Kang Gun Woo Junior mencari Maestro Kang. Ada bagian dari lagu yang dia ingin tanyakan. Saat sampai di depan pintu ruangan dia melihat Du Rumi sedang berbicara dengan Maestro Kang. Maestro Kang melihat Gun Woo yang menunggu di luar. Dia keluar dan membawa Gun Woo masuk ke hadapan Du Rumi.
"Ayo katakan apa yang tadi kau katakan padaku", tantang Maestro Kang pada Du Rumi
Du rumi terhenyak. Gun Woo bingung.
"Dia tadi mengatakan tidak suka padamu tapi kepadaku!", kata Maestro Kang
Tapi Gun Woo malah bengong, dia mengira Maestro Kang asal bicara. (Gun Woo kasian polos banget nih)
Maestro Kang lalu mengambil dokumen dari Rumi yang harus dia tanda tangani dan menyuruh dia segera pergi, karena dia akan berdiskusi dengan Gun Woo.
Berita buruk datang lagi, kali ini dari grup paduan suaranya. Saat hari-H mereka ingin melakukan mogok karena selama ini kcewa pada Maestro Kang yang akan mencajadi konduktor mereka di konser (saat mereka latihan bersama Gun Woo). Maestro Kang ingin Gun Woo tetap bisa berkonsentrasi pada debutnya nanti di bagian pertama pertujukkan.
Instrumen berukuran besar akhirnya berhasil diantarkan sampai ke gedung. Tapi masih banyak masalah di gedung. Para pengungsi bencana badai topan menghalang-halangi penurunan dan masuknya instrumen orkestra ke gedung.Mereka tersinggung melihat orang akan bermusik dan bernyanyi di tengah penderitaan orang yang kehilangan rumah akibat bencana. Mendengar hal ini Maestro Kang pun langsung bergerak ke luar gedung. Maestro Kang berusaha berbicara tegas kepada pengungsi tapi dia malah mendapat tinju dari seorang pengungsi. Maestro Kang terhuyung , lengannya terbentur mobil dan mukanya lecet dan bernoda darah. Maestro Kang sedikit mengancam bahwa dia akan melaporkan mereka karena tidak kekerasan atau mereka mengijinkan instrumen masuk ke dalam gedung.
Maestro Kang menelepon Du rumi, bahwa dia agar jangan bicara yang aneh-aneh tentang perasaan cinta padanya atau bahkan mengatakan hal itu pada Gun Woo.
"Saat ini adalah debut perdananya sebagai konduktor, kau jangan mengacaukan dia! Dan jangan bicara ;agi perasaan cina padaku. kau perlu tahu kadang perasaan cinta itu hanya masalah hormornal belaka. kalau kau kuat kau bisa mengatasi hal itu"
Gun Woo berusaha menghubungi pimpinan paduan suara. Karena batere hpnya lemah dia meminjam hp Du RUmi.
Du RUmi memperhatikan Gun Woo yang tengah berusaha menghubungi paduan suara. Posisinya agak menjauh dari Gun Woo seperti menggambarkan perasaannya saat ini terhadap Gun Woo. Gun Woo lalu teringat Rumi sempat bicara pada mestro Kang tadi
"Apa yang tadi kamu bicarakan pada Maestro Kang di ruangannya tadi?"