Hyo Seon sangat terpukul dan cemas mendengar kabar buruk mengenai ayahnya.
"Apa operasi sudah selesai?" tanya Ki Hoon pada Eun Jo di telepon. "Belum? Aku dan Hyo Seon akan kembali dengan pesawat pertama. Semua akan baik-baik saja disini. Hyo Seon melakukannya dengan baik. Kita tidak akan bisa berhasil jika bukan karena Hyo Seon. Sekarang kita hanya perlu menunggu. Mungkin ini terjadi karena ia sudah tua. Karena ia sudah dibawa ke rumah sakit, maka semuanya akan berjalan lancar."
Di seberang saluran, Eun Jo hanya diam. Ekspresinya sangat sedih dan terpukul, sama seperti Hyo Seon.
"Halo? Halo? Eun Jo?" panggil Ki Hoon.
"Apa ini... karena aku?" tanya Eun Jo lemah. "Bibi Hyo Seon berkata bahwa aku dan ibu adalah wanita pembawa sial." ujar Eun Jo. "Apakah kami telah menghancurkan hidup seseorang yang berhati baik?"
Di depan ruang operasi, Kang Sook berdiri diam. "Lakukan, Tuhan." katanya. "Lakukan sebaik yang kau bisa."
Akhirnya pintu operasi terbuka. "Jangan cemas. Operasi berjalan lancar." kata dokter. "Situasi kritis sudah lewat."
Kang Sook terlihat biasa saja. "Tentu saja." katanya.
Dokter bingung. "Apa?"